Boleh atau Tidak Aqiqah Diri Sendiri Ketika Sudah Dewasa ?


Melalui sunnah, aqiqah ialah dibebakan kepada bapak

Pendapat yang lebih kuat, dia dianjurkan melakukan aqiqah.

Ibnu Qudamah berkata, “Jika belum diaqiqahi sama sekali, kemudian baligh dan telah bekerja, maka dia tidak wajib untuk mengaqiqahi dirinya sendirinya.”

Imam Ahmad ditanya masalah ini, beliau menjawab, “Itu adalah kewajiban orang tua, artinya tidak wajib aqiqah diri sendiri.

Sementara Imam Atha dan Hasan Al Basri berkata, “Dia boleh aqiqah untuk diri sendiri, karena aqiqah itu dianjurkan untuk membebaskan dirinya.”

Ibnul Qoyyim berkata, “Bab, hukum untuk orang yang belum diaqiqahi bapaknya, apakah dia boleh mengaqiqahi diri sendiri setelah baligh?”

Al Khalal berkata, “Anjuran bagi orang yang belum aqiqah diwaktu kecil, agar mengaqiqahi diri sendiri setelah dewasa.

” Kemudia dia menyebutkan kumpulan tanya jawab dengan Imam Ahmad dari Ismail bin Sa’id Al Syalinji, dia berkata, “Saya bertanya kepada Ahmad tentang orang yang diberi tahu bapaknya bahwa dia belum aqiqah

 “Dalam kitab Al Masail karya Al Maimuni, dia bertanya kepada Imam Ahmad“,

‘Jika orang belum aqiqah, apakah boleh dia aqiqah untuk diri sendiri ketika dewasa?”

Kemudia dia menyebutkan riwayat aqiqah untuk orang dewasa dan dia dhaifkan.

Saya melihat bahwasanya Imam Ahmad menganggap baik, jika belum diaqiqahiwaktu kecil agar melakukan aqiqah setelah dewasa.

Kesimpulanya:

Setelah membawakan keterangan diatas, Syaikh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan,

“Pendapat pertama yang lebih utama, yaitu dianjurkan untuk melakukan aqiqah untuk diri sendiri.

Karena aqiqah sesuai sunnah yang sangat ditekankan. dan utsmani aqiqah memudahkan segala perosesnya.

Apabila orang tua anak tidak melaksanakannya, disyariatkan untuk melaksanakan aqiqah tersebut jika telah mampu.

Hal berdasarkan keumuman banyak hadist, diantaranya sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

كل غلام مرتهن بعقيقته تذبح عنه يوم سابعه ويحلق ويسمى

“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih pada hari ketujuh, dicukur dan diberi nama.”

[HR. Imam Ahmad, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah dari Samurah bin Jundub radhiallahu anhu dengan sanad shahih.

Termasuk juga hadist Ummu Kurzin, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan untuk memberikan aqiqah bagi anak laki-laki dua kambing dan anak perempuan dengan satu kambing. 

HR. Imam Ahmad, Nasa’i, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah. Demikian pula Turmudzi meriwayatkan semisal dari Aisyah. Dan ini tidak hanya ditujukan kepada bapak, sehingga mencangkup anak, ibu atau yang lainnya yang masih kerabat bayi tersebut.”

[Majmu’ Fatwa Ibnu Baz, 26:266]

Sekian pembahasan boleh atau tidak aqiqahi diri sendiri ketika sudah dewasa bersama Riyadh Aqiqah, semoga pembahasan ini menambah ilmu kita terhadap syariat Islam yang mulia ini. Wallahu ‘alam


Cari aqiqah yang mudah, murah penuh berakah di Utsmani Aqiqah. Proses pemesanan mudah, cukup kanfaatkan gadget untuk pesan aqiqah , sekarang Anda pun sudah bisa aqiqah.

Klik Disini untukPesan Sekarang !!!